Senin, 06 Maret 2017

SOSOK

Ia Memilih Bicara, Walau Harus Mati


Pada Tanggal 27 April di Komnas HAM, Pius Lustrilanang
 memberikan kesaksian mengenai penculikan yang terjadi
terhadap sejumlah aktivis.

NAMA Pius Lustrilanang melambung.. Wajahnya menghiasi hamoir semua media cetak nasional, Apalagi setela dengan berani  membeberkan kisah penyiksaan yang dialaminya selama dua bulan diculik oleh kelompok orang tak dikenal, di depan anggota Komnas HAM, Nayjen (purn) Samsudin dan Albert hasibuan, serta puluhan wartawan dalam dan luar negri, senin 27 April 1998. Pius, Sekretaris jendral solidaritas Indonesia untuk Amien dan Megawati (Siaga) akhirnya angkat bicara. Dengan  kalimat terbata-bata, dan meneteskan air mata, ia bercerita tentang apa yang dilaami selama berada di sel.
                Dengan ekspresi wajah yang serius dan tegang, Pius berkisah bahwa dirinya disiksa, diestrum, ditelanjangi di suatu tempat yang sampai sekarang tidak dikatahui pasti entah di mana. Jalan ini yang mungkin mengubah hidup Pius. Ia harus meninggalkan Indonesia, negeri yang ia cintai, ke negeri Belanda. Pada awalnya mungkin banyak orang yang tidak oercaya dengan apa yang dilakukan anak  muda kelahiran Palembang, 30 tahun lalu ini. Nyawalah taruhannya yntuk beraksi. Apalagi, setelah diketahui ia berada di Palembang, kepada pers Pius pernah mengatakan bahwa dirinya menghilangselama dua bylan untuk menenangkan firi. Waktu berubah, Piusajhirnya bicara. Dan orang bertanya-tanya, siapa anak muda ini? Ia tidak berasal dari keluarga aktvis, apalagi aktivis polik. Ia terlahir dari pasangan Profesor Djamilus Zainuddin (alm) dan Fransiska Sri Haryatni, Ayahnya, Guru Besar Fakultas Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya Palembang, adalah anak pedagang hasil bumi asal padang. Sedangkan ibunya berasa dari keliarga guru dari Yogyakarta.
                “ Tidak adal dalam keluarga kami yang aktif di bidang politik, hanya Pius ini, “ kata Ny. Djamilius, Ibunda Pius. Sang Ibu, sering berdoa agar anak yang lahir dari kandungannya nanti bisa menjadi bintang keluarga. Dan Pius kecil pun, tumbuh menjadi anak kecil yang periang. “ Ia anak pintar omong, ini mungkin menurun dari neneknya yang tangkas berbicara di depan banyak orang, “ Kata Ny. Djamilius kepada TEMPO interaktif.
                Setamat sekolah menengah atas De Brito Yogyakarta (1987), Pius mulai tertarik pada politik. Ia sering bergaul dengan mahasiswwa UGM Yogyakarta yang saat itu tengah dilanda semangat ber-Golongan Putih. Selepas SMA, Pius lebih memilih jurusan Hubungan Internasional Fisipol Universitas Khatolik Parahyangan Bandung ketimbang kuliah di Sastra Prancis Universitas Padjadjaran tempat semula diminatinya juga. Ia lulus dari bandung tahun 1995.
                Pada Tahun 1989, untuk pertama kalinya Pius terjun langsung berdeminstrasi. Ia bergabung dalam Badan  Koordinasi Mahasiswa Bandung, juga ikut membela nasib petani badega, Jawa Barat. Pada tahun 1990, Pius bergabung dengan KPM – URI.
                Tahun 1991, Pius bersama beberapa temannya mendirikan Komite Pergerakan Mahasiswa Bandung atau KPMB. Organisasi ini diikuti sebelas kampus di Bandung. Kemudian pada tahun 1993, Pius merintis Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera), hingga berdirinya pada tahun 1994. Menjelang Sidang Umum MPR, Maret 1998, bersama dengan seniman Ratna Sarumoaet, dan bebrapa aktivis mahasiswa lainnya di Jakarta, Pius yang mengaku kagum akan Soekarno, Hatta, dan Syarir ini mendirikan Solidaritas Indonesia Untuk Amien Rais dan Megawati, disingkat SIAGA. Organisasi itu lahir untuk mendukung Amien dan Mega sebagai calon Presiden dan RI periode 1998-2003.
                Di SIAGA, Pius menjabat sebagai Sekjen. Selama lebih dari Sembilan tahun menjadi demonstran setidaknya suda tiga kali Pius menjadi korban kebringasan aoarat keamanan, Pertama kali ketika membela petani Badega, Jawa Barat. Kedua kalinya, dalam dalam sebuah demonstras mendukung Megawati (Kasus 27 Juli ) di Bandung. Kala itu Pius mendapat luka memar di 14 tempat di sekujur tubuhnya. Dan yang terakhir, adalah penculikan yang sekarang ini.


Disalin dari
http:tempointeraktif.com,

Edisi 09/03-2/Mei/1998

1 komentar:

  1. How to get to Harrah's Atlantic City by car - Dr.D
    Directions 당진 출장마사지 to Harrah's 포항 출장샵 Atlantic 의정부 출장안마 City (New Jersey) with 제천 출장안마 public transportation. The following transit lines have routes that pass near 제주 출장안마 Harrah's

    BalasHapus